Ada satu hal yangsaya rasa perlu dipahami oleh para orang tua dan juga masyarakat saat ini;
Bahwa sesungguhnya,keterampilan kognitif anak bukanlah satu-satunya hal yang harus begitu di junjung tinggi dan di agung-agungkan。
Mengapa saya berkata demikian?
Karena dari apa yang saya amati selama ini,banyak sekali para orangtua sangat mengedepankan kemampuan kognitif anaknya,berbagai macam cara dilakukan untuk“ menjejali” anak dengan berbabagai usaha untuk mengemakakan kemampuan。
纳蒙(Namun),萨哈(sahat lihat ada satu),阿斯佩克(sapek yang),塞拉帕里扬(seringkali luput dari perhatian para orangtua)
Apakah itu?
Keterampilan sosial-emosional。
Padahal keterampilan ini merupakan hal yang tidak kalah penting untuk di bestisasi perkembangannya,terutama dimasa kanak-kanak。
Secara sederhana dan singkat,yang dimaksud dengan keterampilan sosial-emosional individu adalah kemampuan untuk dapat memahami emosinya sendiri; 达帕特·孟加特·埃莫西(dapat mengatur emosi) mampu melihat dari perspektifif oranglain dan memiliki empati; dapat membangun dan menjaga hubungan sehat dengan oranglain; Serta dapat穆穆特人keputusan dan bertanggung颌骨terhadapnya。
Hal-hal diatas merupakan hal yang penting dalam menjalankan peran sosial di masyarakat dan komunitas。
Penelitian menemukan bahwa prediktor terbesar dalam kemampuan individu dewasa dalam beradaptasi di kehidupannya ialah keterampilan sosial,bukan keterampilan akademis(Huitt&Dawson,2011)。
Selain itu,Penelitian Juga Menemukan bahwa jika anak tertunda dalam perkembangan sosialnya di masa kanak-kanak awal,mereka memiliki kecenderungan lebih besar untuk beresiko pada perilaku-perilakuodeladeggangandaptana di Masa yang ankan ,&Kellam,2002)。
蒂达克·汉雅·达兰·兰卡·孟加达里·丹纳克·尼法蒂夫(Tidak hanya dalam rangka menghindari) Peneletian Menemukan bahwa keterampilan soalial个体dia dia diasah dari masa kanak-kanak berkaitan dengan keterampilan lain di masa yang akan dattang,seperti keterampilan sosial,emosi,akademis,dan juga keterampial-anak akak-akakampeilan meak kanaka kanaknya memiliki kecenderungan lebih besar untuk mencapai kesuksesan pendidikan dan karirnya di masa yang akan datang(Magliano,2017)。
Mungkin berbagai penelitian tersebut bagi beberapa orang diantara kita agaknya sedikit sulit untuk dipahami,untuk memudahkan pemahaman kita semua,mari kita lihat fenomena sehari-hari yang terjadi disekitar kita。
塞门氏菌。
Orang yang kurang mampu mengatur perilaku dan memahami perspektifif oranglain mungkin akan memiliki kesulitan untuk sekedar mengantri dan menunggu giliran,sehingga ia dapat saja dengan seenaknya mendahhului oranglain yang sudah lebi。
Atau fenomena 欺负人 。
Orang yang kurang mampu berempati,memahami perasaan oranglain,dan memandang dari perspektif oranglain akan tega untuk melakukan bullying kepada orang lain。
Hal-hal diatas merupakan beberapa contoh peristiwa yang kita temui sehari-hari,dan hal-hal tersebut ternyata berkaitan erat dengan pengasahan keterampilan sosial-emosional anak dimasa awal yang kemudian berdampak pada masa depanny。
丹·特塔基尔(Dan terakhir)
Apakah kita secara个人lebih nyaman untuk bekerja dan berinteraksi dengan individu yang memiliki keterampilan sosoial-emosinal yang baik atau dengan individual yang hanya memiliki keterampilan kognitif yang baik吗?
Ditulis Oleh:Almira Devina