
晕,苏达喇嘛tidak bercerita。
Saya meningalkan medium di waktu yang lumayan lama dan berhenti bercerita。 Beberapa bulan kebelakang,saya merasa takut pada banyak hal。 Saya diselimuti ketakutan yang saya sendiri sulit memahaminya,entahlah,rasanya saya cemas pada sesuatu yang abstrak,yang bahkan mungkin tidak terjadi。 Saya merasa benar-bear sendirian,迈斯基普·萨亚·梅尼亚达里·班纳克·德曼·杨·马西·桑古普·孟邦·蓬古贡·萨亚·塞蒂亚普·卡利·萨亚·汉普尔·贾图。 Tapi takut itu tetap ada,tidak bisa hilang,dan tidak mau dihilangkan。
Saya jadi takut untuk berbagi,bercerita pada seseorang bahwa saya sedang tidak baik-baik saja。 Emosi datang dan pergi tanpa aba-aba,dan membuat saya menjadi cukup hancur。 Saya membuat orang-orang khawatir,丹·孟若拉·佩拉汉-拉罕。 Saya merasa hilang dan kehilangan。
Satu Hari yang Mengubah Saya dalam Sekejap。
Saya selalu kesulitan menceritakan suasana,saya iri ketika membaca buku mas Dea Anugerah,rasanya ingin meluapkan rasa sebegitu luasnya sebagaimana dia bercerita dalam bukunya。 Saya meninggalkan buku,tidak membaca,dan masih-masih berputar-putar pada pertanyaan“ Mengapa saya terus ketakutan?” tenggelam dalam pikiran,rasanya setiap rasa yang gin ingin diungkap hanya bisa keluarak takaletka takaletka takaletka tan meka sampai di lantai kamar。 塔皮卡利(Tapi kali ini)saya akan mencoba。
Tak ada ruang lari seperti biasanya,saya tidak kemana-mana,berkutat padalayar ponsel saja,menanti notifikasi chat, barang kali ada yang benar-benar peduli pada saya。 Saya Ingin Menceritakan Suasana Yang Nyaman Seperti Halnya Mas Dea,Tapa apa Yang Bisa Diceritakan dari kekosongan kamar saya yang hambar dan sesak? Suasana seperti apa yang bisa digambarkan dari hari-hari yang habis dengan menanti notifikasi?
达达
Waktu saya habis dengan depresi,森迪利安,丹凯塔库坦。
Saya menghabiskan waktu di twitter, bernengkrama di dunia maya seolah tidak ada apa-apa sembari tidur bersama beban berat yang sama mayanya。
Sampai suatu hari,Tangansaya扬jahil membuatsaya berjumpa dengan seorang penulis,jurnalis,dan seseorang yang dikenal di dunia maya。 Saya agak khawatir untuk memulai komunikasi dan mencoba berjejaring dengan kondisi mental saya yang masih belum pulih benar。 Kira-kira masih dalam fase merangkai pola kepingan 拼图 ketenangan untuk kembali utuh。 Komunikasi singkat itu membawa saya pada pertemuan langsung disebuah toko buku indie di tengah pasar。 Ia datang bersama pacarnya,saya agak takut,takut tidak bisa berkomunikasi dengan baik。
塔皮提达(Tapi Tidak) Kami bertiga berbincang mengenai buku,图里桑,丹·班尼亚克·哈尔。 Pada hari itu,rasanya pintu-pintu pikiran yang telah saya tutup rapat dibuka dengan paksa。 Saya kembali menikmati petualangan pikiran saya untuk kembali membuka buku dan menulis lagi。 Mereka membawa saya pulang,pulang pada dunia di tempat saya seharusnya。 Pikiran saya rasanya pecah kemana-kemana,kepingannya memaksasaya untuk membangun kembali keindahan yang dulu pernah saya ciptakan。
Mungkin saya berlebihan,tap kembali untuk menulis拉吉bukanlah hal yang mudah untuk saya,membuka paksa pintu yangsaya sudah tutup rapat dan kuncinya entah kemana sama sekali bukanlah hal yang mudah。 Perderuan itu cukup sederhana,蒂达克·阿达·彭比巴拉安·杨·蒙金·特尔登加尔istimewa seperti sebuah rahasia dan lainnya。 Jakarta bahkan sedang murung,beberapa orang tampaknya tidak sehat akibatnya,seharusnya saya bertemu dan dikenalkan dua penulis lagi secara eksklusif,tapi rencana memang sering tidak sesuai。 Kami bertiga berbincang selayaknya perkenalan biasa orang yang bekerja di bidang yang sama,menanyakan pengalaman menulis dan sebagainya。 Lalu berakhir pada pulang dan tiga buah buku yang mereka berikan kepada saya。 Sesederhana itu,苏达。 Nyatanya memang suuatu yang sederhana bisa jadi sesuatu yang cukup besar bagi sebagian orang,dan itulah yang saya rasakan。 玛雅·丹·贾加·姆巴克·杨·萨伊亚·贾帕塔·桑雅
Saya kembali termenung ketika saya membuka medium lagi untuk membaca artikel dan berakhir pada tulisan ini。 Saya termenung dan memikirkan kaalimat pada profile akun medium saya,saya buat pertama kaali bersamaan dengan akun ini,mengingat ternyata saya hampir saja lari dari ajakan yangsaya pinta pada pengunjung blog ini,“ bercerita dan menciptakan warna”。